HUKUM MEMUKUL REBANA DALAM MASJID

⁉✋🏻🥁🕌 *HUKUM MEMUKUL REBANA DALAM MASJID*

✍🏻 Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i _rahimahullah_

📬 *Pertanyaan:*

هل يجوز ضرب الدف في المسجد؟

Apakah boleh memukul rebana dalam masjid?

🔓 *Jawaban:*

*الصوفية هم الذين يضربون الدفوف في المساجد على أنه عبادة، وهم يعتبرون مبتدعة*

Kaum sufi merekalah yang memukul rebana-rebana dalam masjid-masjid dengan niat beribadah. Dan mereka tergolong para ahli bid’ah.

● Dan Nabi _shallallahu alaihi wasallam_ bersabda:

*”إنما بنيت المساجد لذكر الله”*

_”Sesungguhnya masjid-masjid ini dibangun untuk mengingat Allah.”_

● Bahkan Allah Ta’ala _berfirman_:

*في بُيُوتٍ أَذِنَ اللّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ*

“Di dalam rumah-rumah yang Allah perintahkan untuk ditinggikan dan disehut nama-Nya di dalamnya.” *(QS. An-Nuur 36)*

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda terhadap orang yang mencari barang hilangnya di masjid:

*لا ردها الله عليك*

_”Semoga Allah tidak mengembalikan Barang hilangmu.”_

● Beliau juga _bersabda:_

*إذا رايتم الرجل يبيع أو يبتاع في المسجد فقولوا : لا أربح الله تجارتك*

Jika engkau melihat ada seorang yang menjual atau membeli (barang) di masjid, maka katakanlah oleh kalian: _”Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada jualanmu.”_

*ومع هذا لو رايت شخصاً يفعل هذا فسأمنعه ولا أقره لكن من باب تعظيم شعائر الله ، وإلا فلا أستطيع أن أقول إنه محرم إذا كان من باب العادات*

Bersamaan dengan itu, seandainya aku melihat seseorang yang melakukan hal itu, maka aku akan mencegahnya, dan aku tidak akan menyetujuinya, akan tetapi karena alasan mengagungkan syi’ar-syiar Allah. Hanya saja aku tidak bisa mengatakan itu haram hukumnya, jika memang hal itu adalah adat.

*وقد أنكر ابن القيم على الصوفية عند أن رآهم في الحرم وفي مسجد الخيف وفي عرفات ، فقيض الله له أناساً من أهل السنة وفرقهم لأنهم كانوا يضربون بالدف في أيام الحج*

Dan Ibnul Qoyyim rahimahullah telah mengingkari kaum sufi tatkala beliau melihat mereka di tanah Haram dan di masjid Khaif di Arafah. Lalu Allah membangkitkan beberapa orang Ahlussunnah dan membubarkan mereka. Karena mereka ketika itu memukul rebana di hari-hari musim haji.

*والحمد لله فقد وجدناهم في الحرم يرقصون وهيأ الله من يوقفهم عن ذلك*

Dan segala pujian milik Allah, kami pun pernah mendapati mereka di tanah Haram sedang menari, lalu Allah juga membangkitkan orang-orang yang menghentikan mereka dari menari.

*(Gharah Al-Asyrithah 2/84)*

📚 *Sumber* || http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=3986

🌏 *Kunjungi* || http://forumsalafy.net/hukum-memukul-rebana-dalam-masjid/

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Iklan

HUKUM GAMBAR, FOTO KAMERA, TELEVISI & VIDEO MAKHLUK BERNYAWA : ANTARA HUKUM SYARI’AH & YANG BERMUDAH-MUDAHAN DENGAN ALASAN MASLAHAT DAKWAH

📫🌳🎒
———-
🚇 HUKUM GAMBAR, FOTO KAMERA, TELEVISI & VIDEO MAKHLUK BERNYAWA : ANTARA HUKUM SYARI’AH & YANG BERMUDAH-MUDAHAN DENGAN ALASAN MASLAHAT DAKWAH

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad ‘Afifuddin hafizhahullah

📅 Kajian Ilmiyah Masjid Jabalus Sholah, Ma’had Darus Salaf Al-Islamy, Bontang |Jum’at, 05 Rabi’uts Tsani 1437 H ~ 15 Januari 2016 M

🅾Bagian 1 durasi 52:26 (6,10 MB)
▪️ Dalil haramnya gambar makhluk bernyawa
▪️ Apakah larangan tersebut khusus yang sifatnya manual (memahat, melukis, menggambar dengan tangan) dan) berbeda dengan fotografi/digital?
▪️ Penjelasan fatwa Syaikh Albani dan Syaikh Ibn Baz rahimahumallah
▪️ Hukum video dan televisi
▪️ Hukum menyimpan foto dalam album fisik & file digital

🅾Bagian 2 durasi 37:27 (4,39 MB)
▪️ Apakah video recorder hukumnya sama dengan foto/kamera?
▪️ Benarkah Syaikh Sholeh Fauzan hafidzahullah membolehkan foto/video?
▪️ Munculnya foto Syaikh bin Baz rahimahullah di Majalah Dakwah apakah bisa jadi dalil yang menunjukkan bahwa Beliau ridho dan membolehkan foto?
▪️ Bagaimana dengan foto di KTP, Paspor, Buku Nikah, SIM, Uang ?
▪️ Contoh pembolehan foto dalam kondisi darurat, kriminal, medis dan geografi
▪️ Benarkah hanya Syaikh Muqbil rahimahullah yang mengharamkan foto? Ikhtilaf ulama dan para da’i yang berselfie ria
▪️ Hukum video call, skype dan memasang CCTV
▪️ Apa hukumnya menonton sinetron?
▪️ Hukum tato bergambar binatang/manusia
▪️ Hukum kartun: mobil, bunga, pohon, dll yang diberi mata, mulut dan hidung

•••••
🔴 Sumber: ARS
Link: bit.ly/1RXOjFg (Versi Full)

➤ #fikih #hukum_foto #hukum_kamera #hukum_video #hukum_gambar #hukum_televisi #hukum_cctv
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد

قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🏀 http://www.alfawaaid.net

BETULKAH MANHAJ AHLUSSUNNAH TIDAK SESUAI DENGAN KONDISI ZAMAN INI

✋🏻✊🏻🔥🌓 BETULKAH MANHAJ AHLUSSUNNAH TIDAK SESUAI DENGAN KONDISI ZAMAN INI?

✒📂 Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan –hafizhahullahu Ta’ala–

| | |

📬 Pertanyaan: Sebagian manusia menyangka bahwa manhaj ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak layak pada saat ini. Mereka beralasan bahwa dhawabith syar’iyah (ketentuan-ketentuan syariat) yang dipandang oleh ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mungkin untuk diterapkan saat ini?

🔓 Jawaban: Orang yang memandang bahwa manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak layak di zaman ini, dia adalah orang yang sesat lagi menyesatkan, karena manhaj salafush shalih adalah manhaj yang Allah Ta’ala perintahkan bagi kita untuk mengikutinya hingga hari kiamat. Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

«فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ بَعْدِي عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»

🌱 “Sesungguhnya siapa saja yang hidup di antara kalian, akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku. Pegangilah dia dan gigitlah erat-erat dengan gigi geraham.” [1] Ucapan ini ditujukan kepada umat ini hingga hari kiamat. Hal ini menunjukkan kewajiban berjalan di atas manhaj salaf dan manhaj salaf layak diterapkan di setiap waktu dan tempat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

🌱 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” [Q.S. At-Taubah: 100]

💧 Kata “orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik” mencakup umat ini hingga hari kiamat. Wajib bagi umat ini untuk mengikuti manhaj as-Sabiqun al-Awalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Al-Imam Malik bin Anas –rahimahullah– berkata:

لا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها

💧 “Tidak ada perkara yang memperbaiki umat ini selain perkara yang memperbaiki awal umat ini.”

✋🏻 Siapa saja yang ingin memisahkan umat ini dari syariat mereka dan dari salafush shalih, dia menginginkan kejelekan bagi kaum muslimin, ingin mengubah agama islam, memunculkan bid’ah dan berbagai bentuk penyelisihan syariat. Hal semacam ini wajib untuk ditolak dan diputuskan hujjahnya, serta ditahdzir akan kejelekannya, karena berpegang dengan manhaj salaf dan mengikuti mereka adalah suatu keharusan. Harus berjalan di atas manhaj salaf. Semua ini ada di Kitabullah dan sunnah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam—sebagaimana apa yang kami sebutkan.

👎🏻 Siapa saja yang hendak memutuskan hubungan khalaf (akhir) umat ini dengan salaf (pendahulu)nya, dia adalah perusak di muka bumi ini. Ucapannya wajib ditolak dan dibantah, serta ditahdzir akan bahayanya. Orang-orang yang makruf dengan ucapan yang jelek ini adalah Syi’ah dan orang-orang yang sejalan dengan mereka dari kalangan penyesat. Mereka tidak diperhitungkan.

———-

📝 Keterangan:

[1] H.R. Ahmad di Musnadnya (4/126-127), Abu Dawud di Sunannya (4/200), at-Tirmidzi di Sunannya (7/319-320) seluruhnya dari shahabat al-‘Irbath bin Sariyah –radhiyallahu anhu–.

📚 Sumber: Irsyad Al-Khillan ilaa Fatawa al-Fauzan, soal: 466 (1/362)

💻 WSI || http://forumsalafy.net/betulkah-manhaj-ahlussunnah-tidak-sesuai-dengan-kondisi-zaman-ini/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

BAHAYA MENCELA ULAMA

💥⚠⛔🔥 *BAHAYA MENCELA ULAMA YANG ISTIQAMAH DI ATAS KEBENARAN!!*

✍🏼 Abu Hazim _rahimahullah_ berkata:

*صار الناس في زماننا يعيب الرجل من هو فوقه في العلم، ليري الناس أنه ليس به حاجة إليه، ولا يذاكر من هو مثله، ويزهى من هو دونه، فذهب العلم وهلك الناس.*

“Manusia di zaman kita ini (zaman Tabi’in –pent) seseorang telah berani mencela orang yang lebih berilmu darinya, untuk menampakkan kepada manusia bahwa dia tidak butuh kepadanya, agar orang yang setingkat dengannya tidak mau diskusi ilmiah dengannya, dan agar orang yang di bawahnya besar kepala, sehingga lenyaplah ilmu dan binasalah manusia.”

📚 *Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, hlm. 482*

🌍 *Sumber* || https://twitter.com/fzmhm12121/status/974959226056577024?s=19

✋🏼 Kalau di zaman Tabi’in sudah seperti itu keadaannya, lalu bagaimana dengan zaman kita ini?!
*Laa haula walaa quwwata illa billah.* (pent)

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

TAWADHU’

✋🏻‼🌸🌷 *TAWADHU’ SALAH SATU HAL YANG MENUNJUKKAN KEKOKOHAN ILMU DAN IMAN DALAM HATI PEMILIKNYA*

✍🏻 Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Rabi’ bin Hady al-Madkhaly _hafizhahullah_ berkata:

*التواضع أمر مهم جداً، والتواضع يعني في العلم، وأن الإنسان لا ينظر إلى نفسه بأنه عالم، وإنما ينظر لنفسه بعين الاحتقار، وكان ابن تيمية وابن القيم ما يرون أنفسهم علماء، ويقول: أنا مسكين، وأنا مُسَيكِين، مُسَيكِين أنا، ويصف نفسه بالجهل، وهم جبال وبحار في العلم!*

“Tawadhu’ perkara yang sangat penting, tawadhu’ maksudnya dalam hal ilmu, yaitu seseorang tidak melihat dirinya sebagai seorang ulama, tetapi dia melihat dirinya dengan pandangan merendahkan. Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim tidak memandang diri mereka sebagai ulama. Beliau mengatakan, ‘Saya orang yang miskin (sedikit sekali ilmu saya), miskin, miskin saya.’ Beliau mensifati dirinya sebagai orang yang sedikit ilmunya, padahal para ulama itu adalah gunung dan lautan dalam hal ilmu.

*فالتواضع دليل على رسوخ العلم في قلب صاحبه، وعلى رسوخ الإيمان في قلب صاحبه.*

Jadi tawadhu’ merupakan bukti yang menunjukkan kekokohan ilmu dalam hati pemiliknya dan menunjukkan kekokohan iman dalam hati pemiliknya.

*وأرجو الله أن يرسِّخ العلم النافع، والأعمال الصالحة، والتواضع والأخلاق الإسلامية الصحيحة في نفوسنا، وأن يصبغنا بها، تكون صبغة لنا صبغة الله، بارك الله فيكم.*

Saya memohon kepada Allah agar menancapkan dengan kokoh dalam hati kita ilmu yang bermanfaat, amal shalih, tawadhu’, dan akhlak-akhlak Islam, serta menjadikan itu semua sebagai sifat kita, sehingga menjadi sifat kita yang ditanamkan oleh Allah pada diri kita, semoga Allah memberkahi kalian.”

📚 *Sumber* || https://t.me/Nataouan/6708 || https://t.me/jujurlahselamanya

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sejarah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 1⃣

▪Urat nadi kehidupan manusia di kota kufah berjalan sebagaimana biasa. Akan tetapi, disalah satu sudut kota kufah, sahabat Abu Musa Al Asy’ari Rodhiyallohu ‘anhu nampak sedang duduk bersama beberapa orang didepan rumah shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallohu ‘anhu. Rupanya, mereka sedang menanti Abdullah bin Mas’ud keluar menuju masjid.

▪Wahai Abu Abdirrahman, tadi aku melihat sesuatu dimasjid yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dan aku tidak melihat kecuali kebaikan, Walhamdulillah, Kata Abu Musa Kepada Abdullah bin Mas’ud ketika keluar dari rumah.

▪Lalu, Abu Musa pun menggambarkan apa yang dilihatnya. Sejumlah orang secara berkelompok, sambil menunggu shalat, melakukan dzikir berjama’ah dengan panduan salah seorang diantara mereka. Sambil menghitung kerikil, mereka bertasbih, bertakbir, dan bertahlil.
Lalu, apa yang engkau katakan kepada mereka❓Abdullah bin Mas’ud bertanya.
Abu Musa menjawab, Aku tidak mengatakan apa apa, karena menunggu bimbingan anda.
Seharusnya, engkau meminta mereka menghitung hitung kesalahan sendiri. Aku menjamin, kebaikan mereka tidak akan hilang, tegas Abdullah bin Mas’ud.
Sesampainya dimasjid tersebut, Abdullah bin Mas’ud menemui orang orang itu dan mengingkari perbuatan mereka.

▪Abdullah bin Mas’ud juga sempat menegur keras, wahai umat Muhammad❗alangkah cepatnya Kalian menuju kehancuran❗Lihatlah, para shahabat Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam masih banyak yang hidup. Pakaian Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam belum usang dan periuk beliau pun masih belum pecah. Apakah kalian berada diatas ajaran yang lebih baik dari ajaran Muhammad❓Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan❓

▪Demi Allah, Wahai Abu Abdirrahman. Kami tidak menginginkan kecuali kebaikan❗Mereka berkilah.
Abdullah bin Mas’ud menyatakan, sungguh banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak memperolehnya. Sesungguhnya Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan kepada kami tentang akan munculnya sekelompok orang yang pandai membaca Al Qur’an, namun tidak melewati tenggorokannya. Demi Allah, saya tidak tahu barangkali mayoritas mereka malah berasal dari kalian. Setelah itu, Abdullah Bin Mas’ud pergi meninggalkan mereka. (Sunan Ad Darimi 68-69).

▪Amr Bin Salamah perawi kisah diatas bercerita, kami menyaksikan sendiri, ternyata mayoritas orang yang ikut dalam dzikir berjama’ah itu bergabung bersama kaum Khawarij dan ikut MEMERANGI KAMI DALAM MEDAN NAHRAWAN.

▪Inilah firasat seorang shahabat mulia❗Bid’ah yang dianggap kecil, boleh jadi akan menyeret pelakunya kepada Bid’ah yang lebih besar. Kata kata Abdullah bin Mas’ud diatas, akhirnya terbukti kebenarannya dalam PERANG NAHRAWAN, KURANG LEBIH ENAM TAHUN SETELAH BELIAU MENINGGAL DUNIA.

Bersambung… in Syaa Allah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol. 01 2013_
📈 klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASSAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 2⃣

*🌍NAHRAWAN DI PETA ISLAM🌍*

▪Wilayah Nahrawan pasti akan selalu melekat dengan sejarah islam. Bagaimana tidak, disanalah sebuah pertempuran besar pernah terjadi antara pasukan Ali bin abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu yang berhadapan dengan barisan pemberontak Khawarij.

▪Wilayah Nahrawan membentang diantara dua kota besar irak, Baghdad dan Wasith. Sebuah sungai yang dinamakan dengan Nahrawan melintasi wilayah tersebut dan bermuara di sungai Dijlah (Tigris). Kontur alam dan pemandangannya terbilang indah mempesona. Namun, disanalah sejarah besar pernah tercatat. Sejarah yang memilukan. Akan tetapi, keputusan Allah pasti terjadi dengan hikmah indah yang maha luas.

*⚔ LATAR BELAKANG PERANG NAHRAWAN ⚔*

🛡Menarik benang sejarah dari perang Nahrawan membuat kita harus mundur jauh kebelakang. Peristiwa itu sejatinya telah dikabarkan oleh Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam akan tetapi, faktor terdekat yang memicu meletusnya perang nahrawan adalah ketidakpuasan yang diiringi dengan pembangkangan sejumlah kalangan atas keputusan Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘anhu dalam perang Shiffin.

▪Jumlah mereka sebenarnya terhitung kecil, hanya 4000 dari jumlah total pasukan Ali yang lebih dari 50000 prajurit. Mereka kecewa kepada Ali yang menerima hasil tahkim (kesepakatan yang dibuat oleh perwakilan kedua belah pihak) antara pasukan Ali dan pasukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

▪Hasil kesepakatan kedua belah pihak dalam perang shiffin lalu disiarkan secara luas. Salah satu yang bertugas menyiarkan adalah Al Asy’ats bin Qais. Akan tetapi, ketika Al Asy’ats membacakan hasil kesepakatan tersebut dihadapan Urwah bin Hudair At Tamimi (seorang tokoh Khawarij), bagian belakang kuda Al Asy’ats malah ditebas oleh Urwah karena marah.

▪Saat itu Urwah mengatakan, Apakah kalian menjadikan manusia untuk menetapkan sebuah hukum Allah❓tidak ada hukum kecuali hukum Allah❗sejak kejadian tersebut, slogan dan yel yel mereka adalah TIDAK ADA HUKUM KECUALI HUKUM ALLAH.

▪Setelah Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu kembali ke kufah, orang orang tersebut lalu memisahkan diri dan berkumpul untuk konsolidasi di daerah Harura’. Beberapa kritikan dan protes keras mereka arahkan kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu. Kemudian, atas ijin dari Ali. Shahabat ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘anhu menemui mereka untuk berdiskusi yang membuahkan hasil sebagian dari mereka menyatakan rujuk. Bahkan dua tokoh mereka termasuk yang menyatakan rujuk, yaitu Abdullah bin Al Kara’ dan Syibts bin Rib’i. (Baca Ibnu Abbas Menyadarkan Kaum Khawarij).

Bersambung…in Syaa Allah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013._
📈 Klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagi ke 3⃣

*🛡ALI BIN ABI THALIB BERUSAHA MENASEHATI 🛡*

▪Rasa cinta dan kasih sayang Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu terhadap umat tidak cukup sampai disitu. Beliau tidak langsung mengambil langkah perang dan kekerasan kepada kaum Khawarij. Setelah mengutus Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘anhu, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu sendiri berangkat untuk menemui mereka dan berdiskusi. Dari hasil diskusi tersebut, terjadi beberapa kesepakatan.

▪Hanya saja, kaum khawarij salah paham❗ Mereka menyangka Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu telah rujuk dan menolak hasil tahkim dalam perang shiffin.

▪Berdasarkan salah paham khawarij, mereka pun bersedia kembali ke kufah dan bergabung bersama pasukan Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi, setelah dua hari berada di kufah, akhirnya kaum khawarij mengerti bahwa Ali bin Abi tholib Rodhiyallohu ‘anhu tetap mematuhi dan menghormati hasil tahkim pada perang shiffin, setelah mendengar tentang salah paham khawarij, beliau langsung berpiidato untuk menjelaskan sikap beliau atas hasil tahkim.

▪Hingga pada saat Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu menyampaikan khutbah dimasjid, orang orang khawarij berbuat onar dengan berteriak teriak dari seluruh sudut masjid dengan mengatakan, Tidak ada hukum kecuali Hukum Allah. Setelah itu, mereka pun keluar meninggalkan masjid.

▪Kata kata yang benar, sayang tujuannya adalah kebatilan, demikian kata Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu ketika mendengar teriakan kaum Kahwarij.

▪Ketika peristiwa tersebut terjadi, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu masih memilih bersikap lembut dan penuh cinta. Beliau malah memutuskan, Sesungguhnya masih ada hak kalian (kaum khawarij) pada kami. Kami tidak akan menghalangi hak harta Fa’i selama kalian masih bersama kami. Kami tidak akan mengahalangi kalian dari masjid, dan kami tidak akan memulai untuk memerangi kalian selama kalian tidak memulai untuk memerangi kami.
Benci kaum Khawarij justru dibalas dengan sikap cinta kasih oleh Ali bin Abi Thalib❗

▪Oleh sebab itu, beberapa sahabat dan tabi’in masih terus masih menyadarkan kaum Khawarij. Akan tetapi, hidayah memang mutlaq berada ditangan Allah. Manusia hanya berkewajiban untuk berusaha. Allahul Musta’an.

Bersambung…in Syaa Allah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013_
🛡klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 4⃣

*⚔ KONSOLIDASI KAUM KHAWARIJ ⚔*

▪Langkah kaum khawarij berikutnya adalah melakukan Konsolidasi kekuatan. Hal itu diselenggarakan di rumah Abdullah bin Wahb Ar Rasibi, sebelum mengangkat panglima besar, mereka terlebih dahulu mendengarkan khutbah penyemangat dari beberapa orang yang dianggap sebagai tokoh. Tiba saatnya pemilihan panglima tertinggi, masing masing menolak dan mengalihkannya kepada orang lain.

▪Hingga akhirnya Abdullah bin Wahb Ar Rasibi yang terpilih sebagai pemimpin besar. Saat menerima permintaan tersebut, dia berujar, Demi Allah❗Aku menerima jabatan ini bukan karena cinta dunia. Aku pun ketika menolak jabatan ini bukan takut mati❗
Dikalangan mereka, Abdullah bin Wahb memang pantas untuk diangkat sebagai pemimpin besar. Sebab dia memiliki kepandaian, kefasihan, keberanian, dan kesungguhan dalam beribadah. Abdullah bin Wahb tercatat sebagai bagian dari pasukan sa’ad bin Abi Waqosh Rodhiyallohu ‘anhu ketika penaklukan irak, akan tetapi, Berikutnya ia akan terbunuh dalam perang Nahrawan sebagai pemimpin besar kaum Khawarij.

▪Peristiwa konsolidasi tersebut terjadi bulan Syawal tahun 37H. Sejak saat itu, orang orang tersebut secara resmi telah menanggalkan baiat kepada Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘ anhu.
Langkah mereka berikutnya adalah memilih dan menentukan basis wilayah yang akan diajdikan sebagai landasan perjuangan. Selain itu, mereka juga ingin menghimpun orang orang yang sepaham disebuah lokasi tersendiri, dalam rangka memudahkan konsolidasi.

▪Perintah pun dijatuhkan oleh panglima mereka agar setiap yang sepaham keluar meninggalkan kota kufah secara sembunyi sembunyi lalu berkumpul didaerah Nahrawan. Hal itu dilakukan mereka, karena khawatir orang tua dan sanak kerabat akan menghalangi dan mencegah usaha mereka.
Sedikit demi sedikit kekuatan mereka mulai tergalang dengan bertahap. Hingga akhirnya mereka merasa kuat dan bermarkas di Nahrawan.

▪Dalam kondisi semacam ini, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu tetap menempuh langkah persuasif dan tidak mengambil langkah keras dalam menghadapi mereka. Hal itu sesuai janji dan jaminan Ali sebelumnya bahwa beliau tidak akan memerangi mereka kecuali bila didahului.

Bersambung…in syaa Allah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013_
📈 Klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 5⃣

*🛡PERTEMUAN DAUMATUL JANDAL🛡*

▪Diantara hasil tahkim dalam perang shiffin adalah kedua pasukan, baik pasukan Ali maupun Pasukan Mu’awiyah, kembali kenegrinya masing masing dan menyudahi peperangan. Setelah itu, pembicaraan dan musyawarah akan dilanjutkan dikemudian hari, ditempat yang disepakati. Saat itu, daerah Daumatul Jandal yang dipilih karena letaknya yang berada ditengah tengah antar kufah dan Syam.

▪Pada waktu yang telah disepakati utusan kedua belah pihak datang ke Daumatul Jandal. Akan tetapi, tidak ada kesepakatan yang bisa diperoleh dan disetujui bersama oleh kedua belah pihak. Semua itu sudah ditakdirkan Allah.
Dengan demikian, Ali bin Abi tholib berencana untuk menggerakkan pasukan menuju syam, seluruh pasukan kemudian ditempatkan didaerah An Nakhilah, tidak jauh dari kota Kufah.

▪Pada saat pasukan Ali bersiap siap menuju syam, Kaum Khawarij yang berada di Nahrawan semakin menjadi jadi ulah jahatnya. Beberapa penasehat militer Ali lalu menyarankan agar terlebih dahulu menumpas gerakan Khawarij di Nahrawan sebelum berangkat menuju syam. Sebab, semua khawatir jika pasukan diberangkatkan terlebih dahulu menuju syam, hal itu akan dimanfaatkan oleh kaum khawarij untuk melakukan kerusakan dikota kufah dan sekitarnya.

▪Terjadilah kesepakatan: menunda ke syam dan menumpas khawarij di nahrawan. Dan kesepakatan tersebut pun menghasilkan kebaikan yang besar untuk pasukan Ali juga untuk pasukan Syam, terang ibnu Katsir menilai keputusan Ali.

▪Sebab, berdasarkan keputusan tersebut, perang antara pasukan Ali dan Pasukan Mu’awiyah untuk yang kedua kalinya dapat dihindarkan.

*⚔MENGAPA AKHIRNYA ALI BIN ABI THALIB MENUMPAS KHAWARIJ DI NAHRAWAN❓⚔*

▪Rencana Ali bin Abi Thalib yang menumpas khawarij di nahrawan sebelum bergerak menuju syam disebabkan ulah mereka sendiri. Kaum Khawarij dinahrawan telah melakukan berbagai pembunuhan dan perampokan. Sebab, mereka telah menghalalkan darah dan harta orang orang yang tidak sepaham.

▪Salah satu pembunuhan keji yang mereka lakukan adalah pembunuhan shahabat Abdullah bin Khabbab bin Al Arats. Ketika itu, Abdullah bin Khabbab sedang melakukan perjalanan bersama seorang budak wanita miliknya yang sedang mengandung.

▪Diperjalanan, sekelompok Khawarij di bashrah yang ingin bergabung ke nahrawan melihat mereka. Ketika kaum khawarij mengetahui bahwa beliau shahabat Nabi, dan saat itu beliau memuji Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, Kaum Khawarij menjadi emosi lalu membunuh beliau.

▪Budak wanita yang sedang mengandung itu pun tidak luput. Setelah mereka membunuhnya. Perut budak itu dibelah dan janinnya dikeluarkan. Na’udzubillah minal fitan.

▪Pembunuhan yang dilakukan oleh kaum khawarij bukan hanya itu saja❗sehingga, kecemasan dan kekhawatiran pun mulai dirasakan oleh kaum muslimin. Akhirnya, Ali bin Abi Thalib pun bertekad untuk menumpas mereka.

Bersambung…in Syaa Allah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013._
📈 Klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 6⃣

*⚔👣MENUJU NAHRAWAN👣⚔*

▪Bulan Muharram tahun 38 H, Ali bin Abi Thalib beserta seluruh pasukannya bergerak menuju Nahrawan, Beliau memerintahkan untuk membuat perkemahan disisi barat sungat Nahrawan. Sementara itu, kaum Khawarij mendirikan benteng pertahanan disisi timur sungai. Sejumlah pasukan khawarij dari Bashrah juga turut bergabung bersama mereka di Nahrawan.

▪Selama itu, Ali bin Abi Thalib masih berusaha untuk membujuk kaum Khawarij agar tunduk kepada hukum Islam. Ali meminta kepada mereka agar menyerahkan orang orang yang melakukan pembunuhan sehingga Qishas bisa ditegakkan.

▪Kami semua yang telah melakukan pembunuhan, seperti itu kaum kahwarij mensikapi tawaran Ali bin Abi Thalib.

▪Beberapa orang shahabat juga berusaha memberikan nasihat untuk mereka. Namun, kaum khawarij tetap bersikap seolah olah mereka sedang memperjuangkan kebenaran. Bahkan, seorang utusan Ali bin Abi Thalib dibunuh oleh mereka.

Bersambung…in Syaa Allah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013._
📈 Klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 7⃣

*⚔DARAH MEMBASAH DI NAHRAWAN⚔*

▪Setelah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari pertempuran, akhirnya Ali Bin Abi Thalib pun memerintahkan pasukannya untuk menyeberangi sungai Nahrawan. Sebelum berangkat, Ali bin Abi Thalib berpidato dihadapan seluruh pasukannya untuk memberikan motivasi dan semangat jihad. Bahkan Ali bin Abi Thalib menyampaikan sebuah hadits yang beliau pernah dengar dari Rasulullah tentang sekelompok orang yang akan berbuat kekacauan.

▪Saat berpidato, beliau menilai bahwa ciri ciri yang disebutkan oleh Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam tentang sekelompok orang yang akan berbuat kekacauan.

▪Saat berpidato, beliau menilai bahwa ciri ciri yang disebutkan Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam ditemukan pada kaum khawarij di Nahrawan. Salah satu cirinya, diantara mereka ada al mukhdaj: seorang yang bagian atas salah satu lengannya seperti payudara perempuan dan diatasnya ada beberapa helai ramput putih❗

▪Kedua pasukan telah berhadapan Formasi tempur kaum Khawarij disusun dengan sayap Kanan dipimpin oleh zaid bin Hisn At Tha’i, sayap kiri dipimpin Syuraih bin Aufa, pasukan berkuda dikomandani oleh Hamzah bin Sinan, sementara pasukan invanteri mereka dipimpin oleh Hurqush bin Zuhair.

▪Sementara Ali bin Abi thalib menunjuk hijr bin Adi sebagai panglima sayap kanan dan memilih Syibts bin Rib’i dan Ma’qil bin Qais untuk mengendalikan sayap kiri. Sementara pasukan berkuda dipimpin oleh pasukan Shahabat Abu Ayub. Adapun pasukan infantri pihak Ali dikomandani oleh Abu Qotadah Al Anshari.

▪Sementara itu, pasukan bala bantuan dari madinah yang berjumlah 700 prajurit diserahkan Ali kepada Qais bin Sa’ad bin Ubadah.

▪Sebelum meletus pertempuran, Ali bin abi Thalib juga memerintahkan kepada Abu Ayub untuk mengibarkan bendera Amaan (Jaminan keamanan), serta mengumumkan kepada kaum khawarij, Barang siapa datang kebawah bendera Amaan, maka ia dijamin keselamatannya. Demikian juga yang meninggalkan medan lalu menyingkir ke kufah dan madain, ia pun dijamin keselamatannya. Sebab, kami tidak punya keperluan dari kalian, kecuali orang orang yang telah membunuh saudara kami.

▪Keputusan dari Ali bin Abi Thalib ternyata cukup berhasil. Terbukti, sejumlah besar dari mereka kemudian memutuskan untuk menyingkir dan tidak melibatkan diri dalam pertempuran. Dari 4000 orang khawarij, akhirnya berkurang dan hanya menyisakan 1000 orang saja.

▪Pemimpin besar khawarij, Abdullah bin Wahb Ar Rasibi terus membakar dan memprovokasi kaum khawarij untuk segera maju dan menyongsong pasukan Ali.

▪Ali memerintahkan agar pasukan berkuda mengambil posisi garis depan, kemudain diikuti oleh pasukan infanteri. Ali tak lupa berpesan kepada pasukannya untuk tidak mendahului menyerang. Sementara kaum khawarij memposisikan pasukan pemanah berada digaris paling depan.

▪Sambil berteriak teriak, Tidak Ada hukm kecuali hukum Allah, Kaum Khawarij bergerak menyerang pasukan Ali bin Abi Thalib. Maka pasukan berkuda Ali segera menyambut mereka. Setelah semakin dekat, pasukan Berkuda Ali memecahkan diri menjadi dua bagian, kekanan dan kekiri arah mereka.

Bersambung…in syaa Allah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013._
📈 klik Join telegram ⬇
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*📡Publikasi:*
*📚WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian ke 8⃣

▪ Gerakan pasukan berkuda ini dilanjutkan dengan aksi pasukan panah Ali yang segera menghujani Khawarij dengan Anak anak panah. Kaum Khawarij terkejut dengan gerak pasukan Ali. Setelah itu, dari sisi kanan dan kiri, pasukan berkuda Ali menjepit kaum Khawarij, dibantu dengan pasukan panah Ali yang berhadap hadapan dengan kaum Khawarij.

▪Habis sudah pasukan Khawarij❗Tokoh tokoh penting mereka terbujur kaku dimedan Nahrawan. Sebagian dari mereka ada yang terluka dan sebagian kecil berhasil melarikan diri. Sementara korban meninggal dari pasukan Ali hanya beberapa orang saja.

▪Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu melarang pasukannya untuk mengejar orang orang yang melarikan diri. Beliau juga memerintahkan agar orang orang khawarij yang terluka untuk diobati, lalu dikembalikan kepada keluarga masing masing, yang meninggal dikuburkan, harta mereka tidak dirampas, dan tidak menawan mereka.

▪Subhanallah❗
Sikap benci Khawarij dihadapi dengan sikap kasih Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu.

▪Apakah mereka kafir❓Seseorang bertanya kepada Ali saat itu. Ali menjawab, Tidak❗justru mereka ingin menghindari kekafiran. Kalau begitu mereka kaum munafiqin❓Tanya yang lain. Ali menerangkan, bukan❗kaum munafiqin tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit saja.
Kalau begitu, siapakah mereka❓Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu ditanya.
Beliau menjawab, sekelompok orang yang bughot (memberontak) kepada kita maka, kita pun memerangi mereka.

*SABDA RASULULLAH SHOLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BENAR BENAR TERJADI*

▪Setelah pertempuran usai, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu memerintahkan untuk mencari Jasad Al Mukhdaj. Setelah beberapa orang mencari, mereka melaporkan kepada Ali bahwa jasad orang yang dimaksudkan Ali dengan ciri ciri Yang pernah disebutkan Rasulullah tidak ditemukan.

▪Namun, Ali tetap memerintahkan untuk mencarinya kembali. Bahkan, Ali bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘anhu turun terjun untuk menemukan jasad orang itu. Ternyata diantara mayat mayat khawarij yang saling bertumpuk berserakan, ditemukan jasad al Mukhdaj. ALI PUN TERLIHAT GEMBIRA DAN SUJUD SYUKUR.

*Allah maha benar dan Rasulullah benar benar telah menyampaikan kebenaran❗kata kata Ali bin Abi Thalib setelah itu.*

_▪Memang benar❗Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang kaum Khawarij:_

*آيتهم رجل أسود إحدى عضديه مثل ثدي المرأة أو مثل البضعة تتدردر*

_Tanda tanda mereka adalah seorang yang berkulit hitam, bagian atas salah satu lengannya seperti payudara perempuan, atau seperti potongan daging yang bergerak gerak. (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Shahabat Abu Sa’id Al Khudri Rodhiyallohu ‘anhu)._

▪Dialah Al Mukhdaj yang ditemukan Ali Diantara mayat mayat kaum Khawarij.

*Selesai… Alhamdulillah*

_📊Referensi, Al Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Tarikhul Islam Karya Adz Dzahabi, Al Khawarij Karya Sulaiman Al Gusn, Irwaul Ghalil 8/118 Karya Al Al bani, Usdul Ghabah Karya Ibnul Atsir, Shahih Muslim (1066) karya Muslim Bin Al Hajjaj._

_✍ Penulis Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar Bin Rifa’i Hafizhahullahu Ta’ala_
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013_
📈 Klik Join telegram ⬇
📊 https://telegram.me/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
📡Publikasi:
*📚 WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

DAUROH SAMPIT 10-12 NOVEMBER 2017

۝❝ بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْمِ ❝۝

الحمد الله

*⚖DENGAN MENGHARAP RIDHA* *اللَّه عزوجل*

✍🏻ان شآء الله

*🔓 MAJELIS TA’LIM IBNU ABBAS SAMPIT KEMBALI AKAN MENYELENGGARAKAN DAUROH ISLAM ILMIYAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH*

_Yang akan diselenggarakan pada tanggal 21-23 Safar 1439 H / 10-12 November 2017 M_

In syaa Allah
💺Bersama : *Al-Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله*
_(redaktur majalah asy-Syari’ah)_

Jadwal/Rangkaian acara
___________________________
Tema pertama *MENJAGA LISAN*

Jum’at 21 Safar 1439 H / 10 November 2017 M

📡 Sesi 1
*Setelah Sholat Magrib – Isya*
_____________
Lanjutan tema *MENJAGA LISAN*
Sabtu 22 Safar 1439 H / 11 November 2017 M

📡 Sesi 2
*Pukul 09:30-11:00 WIB*

📡 Sesi 3
*Setelah Sholat Ashr – 16:30 WIB*
__________________
__________________
Tema Kedua *KETAATAN KEPADA PENGUASA*

Sabtu 22 Safar 1439 H / 11 November 2017 M

📡 Sesi 1
*Setelah Magrib – Selesai*
_______________
Lanjutan tema *KETAATAN KEPADA PENGUASA*

Ahad 23 Safar 1439 H / 12 November 2017 M

📡 Sesi 2
*Pukul 08:30 – 09:30 WIB*

📡 Sesi 3
*Pukul 10:00 – 11:00 WIB*
__________________

*TERBUKA UNTUK UMUM*

TEMPAT :
Masjid Agung Wahyu Al-Hadi (komp.Islamic center)

Alamat :
🚗 Jl.Jendral Sudirman KM 3 Sampit kotawaringin timur (kalimantan-tengah)

Jangan lupa ajak istri keluarga kerabat dan rekan anda

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” *(HR.MUSLIM no 7028)*

Juga Anda dapat mengikuti kajian melalui Radio Al Muwahhidiin Saluran 4

informasi ☎ 0852-4958-0693 / 0852-5215-2997

Dipublikasikan oleh :
•••••••••••••••••••••
📝📡WhatsApp an-najiyah forum salafiyyin

💻 Situs Resmi
🌐Web sampit.salafymedia.com
🌐Web https://forumsalafiyyinsampit01.wordpress.com
🌐Web http://forumsalafiyyinsampit.blogspot.com

~~~~~~~~~~~~~~~~~